Sabtu, 18 Nopember 2017
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)
Panduan & Prosedur Klaim Kendaraan Bermotor (Kantor Pusat)
  • TUJUAN

    a. Memberikan panduan cara penanganan dan penyelesaian klaim kendaraan bermotor sehingga setiap proses dapat dilaksanakan dengan baik, akurat dan tepat waktu.

    b. Memudahkan pelaksanaan dan kontrol prosedur kerja.

  • RUANG LINGKUP

    a. Klaim kendaraan bermotor mencakup :

    • Klaim kerusakan sebagian (Partial Loss)
    • Klaim Kerugian Total (Total Loss)
    • Klaim Tuntutan Pihak Ketiga (Third Party Liability)

    b. Panduan dan prosedur ini berlaku untuk klaim asuransi kendaraan bermotor yang diajukan melalui kantor pusat.

  • DEFINISI

    a. Manajemen: Manajemen terdiri dari para Direksi PT.Asuransi Reliance Indonesia    

    b. Preliminary Loss Advice: Laporan Kerugian Sementara, ditujukan kepada pihak Reasuradur

    c. Definite Loss Advice: Laporan Kerugian Akhir/Pasti, ditujukan kepada pihak Reasuradur

    d. Cash Loss Payment: Ketentuan dalam perjanjian (Treaty), bahwa bila nilai kerugian melebihi nilai tertentu, perusahaan dapat meminta pembayaran kerugian dari pihak Reasuradur didahulukan

  • KEBIJAKAN

    4.1. Wewenang Persetujuan Klaim

    Wewenang untuk menandatangani dan menyetujui klaim kendaraan bermotor diatur sebagai berikut:

      a. Klaim sampai Rp. 10.000.000,- untuk simple case dan Non Ex-Gratia diperlukan verifikasi dari Supervisor untuk mendapat persetujuan dari Assistant Manager

      b. Klaim dari Rp. 10.000.000,- s/d Rp. 100.000.000,- diperlukan verifikasi dari Assistant Manager untuk mendapat persetujuan dari GM. Technical

      c. Di luar butir a & b di atas, diperlukan verifikasi dari Assistant Manager dan GM. Techinical untuk selanjutnya mendapat persetujuan dari Manajemen, dengan ketentuan minimal dua tanda tangan dari Manajemen

     

    4.2. Proses Penerbitan Surat Perintah Kerja

    Selambat–lambatnya dalam waktu 2 (dua) hari kerja sejak estimasi biaya kerugian/kerusakan  diterima, SPK harus diterbitkan, kecuali ada masalah yang  belum selesai antara Asuransi Reliance Indonesia dengan Tertanggung.

  • PELAPORAN

    Tertanggung, setelah mengetahui atau seharusnya mengetahui adanya kerugian dan atau kerusakan atas Kendaraan Bermotor dan atau kepentingan yang   dipertanggungkan, wajib:

    • Memberitahu Penanggung secara tertulis atau secara lisan yang diikuti dengan tertulis kepada Penanggung selambat–lambatnya 5 (lima) hari kalender sejak terjadinya kerugian atau kerusakan
    • Melaporkan kepada dan mendapat surat keterangan dari serendah–rendahnya Kepolisian Sektor (Polsek) di tempat kejadian, jika terjadi kerugian dan atau kerusakan sebagian yang disebabkan oleh pencurian atau melibatkan pihak ketiga, yang dapat dijadikan dasar untuk menuntut ganti rugi kepada atau dari pihak ketiga
    • Melaporkan kepada dan mendapat surat keterangan dari Kepolisian Daerah (Polda) di tempat kejadian dalam hal kerugian total akibat pencurian
  • DAFTAR DOKUMEN

    Daftar dokumen yang harus dilengkapi oleh Tertanggung :



    DOKUMEN PENDUKUNG

    a. Laporan Survey    

    b.  Estimasi biaya perbaikan/penggantian

    c. Surat Perintah Kerja

  • SURVEY  KLAIM

    Survey wajib dilakukan terhadap semua klaim, segera setelah menerima laporan klaim kecuali ada masalah pembayaran premi atau validasi polis yang mengalami kerugian. Yang harus dilengkapi pada saat survey adalah:

    • Foto Kendaraan Bermotor yang mengalami kerugian
    • Foto lokasi keadian (bila perlu)
    • Bukti cek fisik kendaraan (nomor mesin dan nomor rangka)
    • Laporan survey/laporan kerusakan.
  • Dalam hal terjadi kerugian dan atau kerusakan atas Kendaraan Bermotor dan atau kepentingan yang dipertanggungkan, Penanggung berhak menentukan   pilihannya atas cara melakukan ganti rugi sebagai berikut :   

    a. Perbaikan di bengkel yang ditunjuk atau disetujui oleh Penanggung

    b. Pembayaran tunai

    c. Penggantian suku cadang atau kendaraan sesuai dengan merk, tipe, model dan tahun yang sama sebagaimana tercantum pada polis

    Penanggung wajib menyelesaikan pembayaran ganti rugi dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sejak adanya kesepakatan tertulis antara Penanggung dan Tertanggung mengenai jumlah ganti rugi yang harus dibayar.

     

  •